Selasa, 26 April 2016

EFR Training Angkatan Ke-4

Institute Disaster of Emergency (IDE) yang berada di bawah Yayasan Penanggulangan Gawat Darurat dan Bencana Indonesia (YPGBI) kembali mengadakan  Emergency First Responder (EFR) Training pada Sabtu - Minggu lalu (23 - 24/4/2016) bertempat di Nirwana Golden Park, Cibinong - Bogor. Pelatihan EFR ini merupakan angkatan ke-4 setelah sebelumnya diadakan pada Bulan Oktober, November dan Desember 2015.
  


Seperti biasanya, peserta EFR kali ini terdiri dari mahasiswa, relawan LSM, karyawan dan para pengajar di sekolah alam. Masing-masing peserta memiliki motivasi tersendiri untuk mengikuti pelatihan ini. Mayoritas dari para peserta mengharapkan agar bisa mendapatkan ilmu dan keterampilan sehingga mampu memberikan pertolongan pertama pada korban gawat darurat di lingkungan tempat mereka beraktivitas. 

Para peserta mendapatkan pembekalan materi diantaranya: Pengenalan Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu; Resusitasi Jantung Paru (RJP) Guideline American Heart Association 2015; Penanganan Sumbatan Jalan Napas Total; Pengkajian dan Penanganan Korban dengan metode DR-ABCDE; Trauma Emergency Case; Medical Emergency Case; Teknik Pengangkatan, Pemindahan dan Transportasi Korban; Triage; serta Dokumentasi. Adapun pembekalan praktik yang diberikan meliputi Penanganan Jalan Napas dan Pernapasan, Pengkajian dan Pengelolaan Korban dengan metode DR-ABCDE; RJP Dewasa dan Bayi; Teknik-Teknik Membalut Luka dan Pembidaian; serta Teknik-Teknik Pengangkatan dan Pemindahan Korban pada Kondisi Emergency dan Non Emergency. Materi dan praktik yang diberikan cukup padat, sehingga peserta diwajibkan untuk menginap di ruang kelas yang telah disediakan oleh panitia. Pelatihan EFR ini berbeda dengan pelatihan first aid pada umumnya. EFR memiliki beberapa materi-materi dan praktik lanjutan. Seperti disampaikan oleh salah satu peserta pelatihan, Bapak B. Satra Rian "Pelatihan EFR ini merupakan pelatihan first aid plus-plus, karena banyak sekali tambahannya (materi dan praktik)." Peserta juga diberikan orientasi terhadap ambulans yang lengkap (ambulance advanced) serta diberikan simulasi menggunakan korban yang dimoulage (dimake-up seperti korban sungguhan), sehingga peserta dapat melakukan tindakan sesuai dengan visualisasi korban sungguhan.

IDE berharap bahwa dengan diselenggarakannya Pelatihan EFR ini, akan semakin banyak orang awam yang terlatih dalam menangani korban gawat darurat sehari-hari maupun bencana. Para alumni EFR juga diharapkan dapat berkontribusi menjadi seorang relawan profesional yang dapat memberikan pertolongan secara cepat dan tepat pada korban gawat darurat, sehingga dapat mencegah kecacatan dan kematian pada korban gawat darurat sehari-hari maupun bencana. Alumni EFR yang siap berkomitmen menjadi seorang relawan profesional akan dibina di bawah naungan YPGBI untuk mendapatkan bimbingan dan pelatihan lanjutan.


penulis: hel

Jumat, 11 Maret 2016

Angkatan Pertama Pelatihan BASIC DISASTER MANAGEMENT

Suasana Pelatihan didalam kelas, tampak didepan Mika Aono (Japan Heart) sedang memberi materi
Posisi Indonesia yang berada dalam Lingkaran Gunung Berapi dan pertemuan lempeng bumi menyebabkan sangat rawan terkena bencana. Hampir semua jenis bencana pernah terjadi di Indonesia baik bencan alam maupun  bencana akibat dari ulah manusia. Hampir sepanjang tahun Indonesia mengalami kejadian bencana dalam sekala kecil, menengah atau besar. Sehubungan dengan hal itu maka masyarakat Indonesia dituntut untuk selalu waspada dan siap untuk menghadapi berbagai kemungkinan terjadinya bencana yanga akan dihadapi. 

Yayasan Penanggulangan Gawat Darurat dan Bencana Indonesia (YPGBI) sebagai lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak dalam penanggulangan bencana merasa perlu untuk turut serta membangun kesiapsiagaan terutama dikalangan tenaga medis. Hal ini karena tenaga medis merupakan salah satu ujung tombak dalam penanggulangan bencana terutama pada Fase Tanggap Darurat dan Paska Bencana. Untuk itu YPGBI menyelenggarakan pelatihan Basic Disaster Management (BDM) yang diselenggarakan pada tanggal 10-11 Maret 2016 di Kantor Pro Emergency, Cibinong-Bogor.

Pelatihan  BDM diselenggarakan bekerjasama dengan JAPAN HEART sebuah LSM dari Jepang yang bergerak dalam bantuan bencana dan kesehatan dan beroperasi diwiyalah JEPANG dan ASEAN. Instruktur pelatihan yang diutus Japan Heart adalah Mika Aono yang menjabat sebagai Country Director untuk Wilayah Indonesia. Adapun  materi pelatihan BDM adalah Basic Disaster Knowledge, Basic Concept of Medical Operation in Disaster Response, Basic Disaster Management, General Disaster Coordination, International FMT's Coordination, Experience of Japan Heart : managing and coordinating in past response, Intial Task as a Medical Responder.

Pelatihan ini dikuti oleh 35 orang peserta yang terdiri dari Dokter spesialis, Dokter Umum, Perawat, Bidan, dan Awam. Peserta sebagian besar merupakan instruktur pelatihan gawat darurat dan praktisi diberbagai institusi. Setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan peserta dapat menularkan ilmunya kepada pihak lain diseluruh wilayah Indonesia.

Senin, 02 November 2015

EMERGENCY FIRST RESPONDER TRAINING (EFRT), BUAH KARYA ANAK BANGSA UNTUK MENGURANGI KECACATAN DAN KEMATIAN PENDERITA GAWAT DARURAT


Pada tanggal 10-11 Oktober 2014 lalu, Institute of Disaster and Emergency (IDE) di bawah Yayasan Penanggulangan Gawat Darurat dan Bencana Indonesia (YPGBI) atau Indonesian Emergency and Disaster Relief Foundation (IEDRF) menyelenggarakan Emergency First Responder Training (EFRT) untuk pertama kalinya. EFRT merupakan hasil karya IDE dibawah YPGBI/IEDRF bekerja sama dengan Pro Emergency (Indonesia) dan Japan heart (Jepang) dengan mengadopsi pada konsep Emergency Medical Responder dari Amerika.

Pelatihan yang dilaksanakan selama 2-hari ini sukses diselenggarakan dengan jumlah peserta  sebanyak 36 peserta dari berbagai institusi seperti ACT, AMCF, BSMI, PMI, Mahatva UNPAD, BMKG,  rumah sakit dari berbagai kalangan, baik para relawan LSM, mahasiswa, kader bahkan perawat dan dokter. Target dari EFRT adalah peserta diharapkan dapat melakukan pertolongan awal bagi penderita gawat darurat baik pada kondisi gawat darurat sehari-hari maupun bencana, sehingga dapat mencegah dan mengurangi angka kecacatan dan kematian.

Dalam pelatihan ini, materi yang diberikan tidak sebatas materi yang biasa diberikan pada pelatihan first aid pada umumnya. Selain materi dasar pertolongan pertama pada penderita gawat darurat, peserta juga diberikan pembekalan pengetahuan mengenai alat-alat ambulans advanced, teknik dokumentasi,  dan juga materi mengenai kerelawanan. Peserta diberikan motivasi untuk menjadi seorang relawan.  

Selain pembekalan materi, peserta juga diberikan pembekalan keterampilan, yang terbagi dalam beberapa skill station,  mencakup pembebasan jalan napas dan pemberian napas dengan ataupun tanpa alat, pengkajian korban, balutan dan pembidaian dengan alat khusus ataupun tanpa alat (modifikasi), pengangkatan dan pemindahan pasien dengan aman, resusitasi jantung paru dan orientasi ambulans. Pelatihan ditutup dengan kegiatan drill penanganan korban masal dengan fasilitas ambulans advanced.

Tindak lanjut untuk pelatihan ini adalah setiap alumni EFRT dapat mengikuti pelatihan lanjutan, yaitu Disaster First Responder. Pelatihan tersebut diagendakan pada Januari 2016 dan hanya dapat diikuti oleh alumnus EFRT. Oleh karena itu, untuk memberikan kesempatan kepada rekan-rekan lain yang belum sempat mengikuti EFRT, IDE akan menyelenggarakan EFRT ini dalam setiap bulan. Agenda selanjutnya yaitu akan diadakan pada 21 – 22 November 2015. Kedepan, peserta juga dapat bergabung sebagai relawan di Korps Relawan Gawat Darurat dan Bencana Indonesia yang merupakan bagian dari YPGBI dan bagi peserta yang berpotensi akan dilatih untuk menjadi seorang instruktur.

Semoga selain untuk memberikan pembekalan pertolongan awal pada penderita gawat darurat, kedepan diharapkan EFRT ini juga dapat melahirkan relawan-relawan profesional yang dapat mengurangi angka kecacatan dan kematian pada penderita gawat darurat.

-hellda


Jumat, 30 Oktober 2015

Website resmi kami telah On-Line

Terhitung mulai tanggal 31 Oktober 2015 website resmi Yayasan Penanggulangan Gawat Darurat dan Bencana Indonesia telah mengorbit di jagat maya. Alamat website kami : www.iedrf-ypgbi.or.id dengan alamat email : admin@iedrf-ypgbi.or.id

Semoga dengan terbitnya website ini bisa menjadi media komunikasi dan informasi mengenai gawat darurat dan bencana baik di Indonesia maupun di dunia.
Nama website kami merupakan singkatan dari nama Yayasan dalam versi bahasa inggris dan bahasa indonesia. IEDRF (Indonesian Emergency & Disaster Relief Foundation) dan YPGBI (Yayasan Penanggulangan Gawat Darurat & Bencana Indonesia).

Semoga website ini bia memberikan manfaat kepada seluruh rakyat Indonesia pada khususnya dan umat manusia secara keseluruhan pada umumnya.

Salam Kemanusiaan....

Jumat, 18 September 2015

Jadilah yang pertama ikut EMERGENCY FIRST RESPONDER TRAINING


Pelatihan ini ditujukan untuk membekali para relawan/calon relawan yang berminat dalam penanganan penderita gawat darurat baik dalam kondisi sehari-hari maupun bencana sehingga pertolongan yang dilakukan secara optimal dan membawa manfaat maksimal bagi korban yang mengalami kondisi darurat.

Pertolongan yang salah akan mengakibatkan cedera yang lebih berat pada korban bahkan bisa berujung kematian. Pada pelatihan ini peserta akan diberikan pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan pertolongan darurat berdasarkan prioritas masalah yang dihadapi korban, sehingga tujuan utama pertolongan yaitu penyelamatan jiwa (life Saving) dan mencegah cedera lanjutan bisa tercapai dengan baik.

Untuk mencapai hasil akhir pelatihan yang optimal maka peserta pelatihan dibatasi maksimal 32 orang per kelas. Oleh karena itu bagi yang berminat silahkan segera melakukan pendaftaran online yang telah kami sebar di beberapa media sosial, atau langsung KLIK DISINI.

Selasa, 28 April 2015

DOA UNTUK NEPAL

Jajat Sudrajat, Ketua Dewan Pembina
Gempa bumi 7.9 Skala Richter yang melanda Nepal pada hari Sabtu, 25 April 2015 sampai dengan saat ini telah menewaskan tidak kurang dari 4000 orang. Hal ini akan terus bertambah seiring dengan masih berlangsungnya proses pencarian dan evakuasi korban dari reruntuhan bangunan dan longsoran gunung Everest. Dunia telah menyatakan bencana di Nepal sebagai bencana internasional yang perlu mendapatkan bantuan dari pemerintah maupun LSM internasional.

Kami sebagai Yayasan yang baru berdiri tanggal 16 April 2015 lalu merasa terpanggil untuk mengirimkan bantuan tenaga dokter dan perawat ke Nepal, namun kami tidak memiliki cukup dana untuk mengirimkan Tim kesana, Oleh karena itu dengan semangat kemanusiaan, kami mengundang pada Dermawan, Lembaga Donor, dan para donatur untuk bergabung bersama kami bahu-membahu mengirimkan bantuan kesehatan (Dokter/perawat/obat-obatan/rumah sakit lapangan) ke Nepal. Untuk koordinasi pengiriman bantuan bencana Nepal silahkan menghubungi sekretariat kami :
HEAD OFFICE
Nirwana Golden Park Block C-7A,
Gor Tegar Beriman Street
Cibinong, Bogor, West Java, Indonesia 16915
Phone   : +62-21-86925481 Fax : +62-21-87925479
Mobile : 082111945000
Email   : iedr.foundation@gmail.com
Blog     : http://ed-relief.blogspot.com/

Terakhir kami atas nama keluarga besar Yayasan Penanggulangan Gawat Darurat Bencana Indonesia mengucapkan turut berduka cita kepada rakyat Nepal. Semoga bencana nepal menjadi pelajaran berharga bagi kita di Indonesia.


Salam Kemanusiaan.....

Entri Populer