Jumat, 11 Maret 2016

Angkatan Pertama Pelatihan BASIC DISASTER MANAGEMENT

Suasana Pelatihan didalam kelas, tampak didepan Mika Aono (Japan Heart) sedang memberi materi
Posisi Indonesia yang berada dalam Lingkaran Gunung Berapi dan pertemuan lempeng bumi menyebabkan sangat rawan terkena bencana. Hampir semua jenis bencana pernah terjadi di Indonesia baik bencan alam maupun  bencana akibat dari ulah manusia. Hampir sepanjang tahun Indonesia mengalami kejadian bencana dalam sekala kecil, menengah atau besar. Sehubungan dengan hal itu maka masyarakat Indonesia dituntut untuk selalu waspada dan siap untuk menghadapi berbagai kemungkinan terjadinya bencana yanga akan dihadapi. 

Yayasan Penanggulangan Gawat Darurat dan Bencana Indonesia (YPGBI) sebagai lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak dalam penanggulangan bencana merasa perlu untuk turut serta membangun kesiapsiagaan terutama dikalangan tenaga medis. Hal ini karena tenaga medis merupakan salah satu ujung tombak dalam penanggulangan bencana terutama pada Fase Tanggap Darurat dan Paska Bencana. Untuk itu YPGBI menyelenggarakan pelatihan Basic Disaster Management (BDM) yang diselenggarakan pada tanggal 10-11 Maret 2016 di Kantor Pro Emergency, Cibinong-Bogor.

Pelatihan  BDM diselenggarakan bekerjasama dengan JAPAN HEART sebuah LSM dari Jepang yang bergerak dalam bantuan bencana dan kesehatan dan beroperasi diwiyalah JEPANG dan ASEAN. Instruktur pelatihan yang diutus Japan Heart adalah Mika Aono yang menjabat sebagai Country Director untuk Wilayah Indonesia. Adapun  materi pelatihan BDM adalah Basic Disaster Knowledge, Basic Concept of Medical Operation in Disaster Response, Basic Disaster Management, General Disaster Coordination, International FMT's Coordination, Experience of Japan Heart : managing and coordinating in past response, Intial Task as a Medical Responder.

Pelatihan ini dikuti oleh 35 orang peserta yang terdiri dari Dokter spesialis, Dokter Umum, Perawat, Bidan, dan Awam. Peserta sebagian besar merupakan instruktur pelatihan gawat darurat dan praktisi diberbagai institusi. Setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan peserta dapat menularkan ilmunya kepada pihak lain diseluruh wilayah Indonesia.

Entri Populer