Pada tanggal 10-11 Oktober 2014 lalu, Institute of Disaster
and Emergency (IDE) di bawah Yayasan Penanggulangan Gawat Darurat dan Bencana
Indonesia (YPGBI) atau Indonesian
Emergency and Disaster Relief Foundation (IEDRF) menyelenggarakan Emergency First Responder Training (EFRT) untuk pertama kalinya. EFRT merupakan hasil karya IDE
dibawah YPGBI/IEDRF bekerja sama dengan Pro Emergency (Indonesia) dan Japan
heart (Jepang) dengan mengadopsi pada konsep Emergency Medical Responder dari Amerika.
Pelatihan yang dilaksanakan selama 2-hari ini sukses
diselenggarakan dengan jumlah peserta
sebanyak 36 peserta dari berbagai institusi seperti ACT, AMCF, BSMI, PMI,
Mahatva UNPAD, BMKG, rumah sakit dari
berbagai kalangan, baik para relawan LSM, mahasiswa, kader bahkan perawat dan
dokter. Target dari EFRT adalah peserta diharapkan dapat melakukan pertolongan
awal bagi penderita gawat darurat baik pada kondisi gawat darurat sehari-hari
maupun bencana, sehingga dapat mencegah dan mengurangi angka kecacatan dan
kematian.
Dalam pelatihan ini, materi yang diberikan tidak sebatas
materi yang biasa diberikan pada pelatihan first
aid pada umumnya. Selain materi dasar pertolongan pertama pada penderita gawat
darurat, peserta juga diberikan pembekalan pengetahuan mengenai alat-alat
ambulans advanced, teknik
dokumentasi, dan juga materi mengenai kerelawanan. Peserta
diberikan motivasi untuk menjadi seorang relawan.
Selain pembekalan materi, peserta juga
diberikan pembekalan keterampilan, yang terbagi dalam beberapa skill station, mencakup pembebasan jalan napas dan pemberian
napas dengan ataupun tanpa alat, pengkajian korban, balutan dan pembidaian
dengan alat khusus ataupun tanpa alat (modifikasi), pengangkatan dan pemindahan
pasien dengan aman, resusitasi jantung paru dan orientasi ambulans. Pelatihan ditutup
dengan kegiatan drill penanganan
korban masal dengan fasilitas ambulans advanced.
Tindak lanjut untuk pelatihan ini adalah setiap alumni EFRT
dapat mengikuti pelatihan lanjutan, yaitu Disaster
First Responder. Pelatihan tersebut diagendakan pada Januari 2016 dan hanya
dapat diikuti oleh alumnus EFRT. Oleh karena itu, untuk memberikan kesempatan kepada
rekan-rekan lain yang belum sempat mengikuti EFRT, IDE akan menyelenggarakan
EFRT ini dalam setiap bulan. Agenda selanjutnya yaitu akan diadakan pada 21 –
22 November 2015. Kedepan, peserta juga dapat bergabung sebagai relawan di
Korps Relawan Gawat Darurat dan Bencana Indonesia yang merupakan bagian dari
YPGBI dan bagi peserta yang berpotensi akan dilatih untuk menjadi seorang
instruktur.
Semoga selain untuk memberikan pembekalan pertolongan awal
pada penderita gawat darurat, kedepan diharapkan EFRT ini juga dapat melahirkan
relawan-relawan profesional yang dapat mengurangi angka kecacatan dan kematian
pada penderita gawat darurat.
-hellda
